What it will be like the last minutes of Tumblr if SOPA passes.
- Internet: You've been so brave, sweetheart.
- Tumblr: Why are you here? All of you.
- Internet: We never left.
- Tumblr: Does it hurt? Getting shut down?
- Megaupload: Quicker than loading a page.
- Facebook: You're nearly there.
- Tumblr: I'm sorry. I never wanted any of you to close down for me. And Wikipedia, your articles-
- Wikipedia: Others will tell them what their founders died for. One day, they'll understand.
- Tumblr: You'll stay with me?
- Facebook: Until the end.
- Tumblr: And the government wont be able to see you?
- Megaupload: No... we're here you see.
- Tumblr: Stay close to me.
- Internet: Always.
Niat Baik vs Insecurity
Halo, mau curhat. Pernahkah kamu dihadapkan pada kejadian dilematis, yaitu saat-saat di mana kamu ragu untuk melakukan perbuatan baik? Maksudnya gini, perbuatan baik itu terhalang bukan karena dari niat ikhlas atau tidak ikhlas, tapi dari timbulnya rasa insecurity.
Saya cerita ya. Dulu pas saya masih kelas 1, ibu saya datang ke Jogja untuk beberapa hari untuk menjenguk saya & kakak, mumpung dinas juga. Suatu hari saat cuaca sedang tidak baik (hujan deras) ada seseorang datang kerumah hujan-hujanan. Seorang bapak yang kami sekeluarga juga tidak kenal. Alasan kedatangannya, mau menjual spring bed (dalam kondisi baik dan baru) dengan harga tak semahal toko karena dia dalam kondisi BU (Butuh Uang).
Ibu saya lalu ada niatan membantu, dan menyuruh bapak itu untuk datang esok harinya sambil membawa spring bed yang dimaksud. Esoknya, bapak itu memang datang dengan membawa mobil truk terbuka dan barang yang ia jual dengan ditutupi terpal. Cuaca saat itu hujan deras. Setelah ibu saya membayar, bapak itu langsung menurunkan barang yang masih ditutupi terpal, dan langsung pergi tanpa basa-basi. Setelah barang dimasukkan ke garasi dan dibuka bungkusnya. Ternyata, isinya bukan spring bed utuh yang di dapat, hanya salah satu bagian dari keseluruhan spring bed.
“Wah ya sudah lah, toh niatannya membantu” begitu kata Ibu saya.
Belum lama, saat saya dan kakak sepupu saya mencoba sebuah rumah makan baru, ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke resto itu (kebetulan pelanggannya hanya kami berdua) dan berbicara pada salah satu pegawai di resto itu. Setelah sempat berbicara (sepertinya menyepakati sesuatu) orang itu berdiri di depan meja tempat kami makan, dan izin untuk duduk di situ. Ya tentunya kami juga mempertanyakan tentang apa maksudnya, berhubung meja-meja lain kosong tanpa pelanggan seorang pun. Ternyata, dia menjual buku diskon dengan dalih BU juga. Dari ceritanya, saya pun tersentuh dan akhirnya membeli sebuah buku dengan harga 30 ribu. Saat itu kakak sepupu saya diam saja. Setelah orang itu berterima kasih dan pergi keluar restoran….
Saya bertanya, ”Kok tadi nggak beli?” lalu sepupu saya menjawab “Gak tau, kurang yakin aja. Takutnya ditipu lagi kayak yang dulu itu. Kalau saya sih, curiganya itu dari pameran yang di situ tuh” saya sih cuma menanggapi dengan bilang ”Ya kita ga bisa suudzon lah,”. Tapi toh kalau emang ditipu, sekali lagi, toh kita niat nya membantu. Dan semoga saja kita nya dapet pahala.
Dan kejadian terakhirnya adalah kemarin, saat saya pulang dari sekolah, di jalan kecil, dari arah berlawanan saya berpapasan dengan motor yang tiba-tiba menyetop saya. Motor itu membalik arah dan berhenti disamping motor saya. Seorang bapak-bapak tua yang membawa anak kecil (kira-kira umur 4 tahun) di tempat duduk depan. Bapak itu meminta maaf dengan bahasa jawa halus (yang saya juga tidak begitu mengerti apa maksudnya), lalu menceritakan masalahnya dengan pelan dan sopan, ia sedang mencari rumah seorang kerabat yang ternyata sudah pindah, padahal rencananya ia mau meminjam uang untuk mengambil obat untuk anaknya yang sedang sakit paru-paru dengan harga 75ribu rupiah. Dia bercerita bahwa dia belum membawa uang, saat itu saya sudah mengerti bahwa dia akan meminjam uang saya.
Kali ini muncul rasa insecurity. Apalagi saat bapak itu sempat bertanya, “Rumah mbak dimana? Minggu besok saya gajian, dan nanti langsung saya kembalikan ke mbak” Saya makin takut dong. Itu gang sempit, dan tidak ada siapa-siapa di sekitar saya, tiba-tiba ada bapak-bapak minta uang, bahkan menanyakan rumah. Sempat terpikir juga, kalau saya mengeluarkan dompet lalu saya dirampok bagaimana? Kalau saya memberitau rumah dan besoknya dia datang lalu melakukan hal yang tidak menyenangkan bagaimana? Kalau ternyata uang saya tidak dikembalikan gimana? Akhirnya, saat itu saya memilih untuk bohong. Saya bilang, saya masih SMA dan di sini cuma ngekos. Dan saya belum dikirimin uang sama orang tua saya.
Anehnya, tidak seperti orang-orang yang biasanya melakukan kejahatan (tipe yang memaksa), bapak itu langsung meminta maaf, berterima kasih, dan tanpa meminta lagi, bapak itu langsung pergi. Seketika saya langsung merasa bersalah. Karena sepertinya KALI INI bapak itu memang benar butuh uang. Kalau begini kasusnya, perasaan mana coba yang harus didahulukan? Ada niat berbuat baik tapi bertabrakan sama rasa takut. Oke lah, kalau soal ditipu masih mending, hanya uang yang hilang. Tapi kalau tau-taunya ada kekerasan fisik? Bapaknya bawa pisau gitu?
Apa saya harus ngikutin kata hati? Tapi kalau saya mau ngikutin kata hati juga susah. Ada saran guys? Via comment atau reply, thanks a lot.
Voli
Buat meriahin HUT 54 sekolahku ngadain pertandingan futsal, voli, sama ngadain Liga Teladan. Kebetulan, bidang yang buat cewek cuma voli. Beberapa hari yang lalu kelas aku tanding perdana. Di antara cewek-cewek kelasku, gak ada bisa yang main voli, well that’s the main problem -_____________-
“Nanti dikalah-kalahin aja ya, biar gak tanding lagi”
Selama game kerjaannya cuma servis -> out -> servis -> out karena kebetulan kelas lawan juga pada ga bisa main voli. Walaupun udah sengaja dibikin kalah, tapi ternyata kita tetep menang……….

Ekspresi kemenangan yang tidak disambut dengan bahagia
Kelas aku maju ke pertandingan selanjutnya. Sekarang prinsipnya ganti.
“Kalau kalah, kalah sekalian. Kalau menang, menang sekalian”
Tapi lagi-lagi it’s out of expectation, kelas aku kalah hahaha. Ya udah deh pokoknya udah meramaikan HUT 54~
Hm.
- Pak R: Sebenernya untuk gedung sekolah, beda tipis kok sama di sini
- S: Gimana pak?
- Pak R: Di sini luasnya 1,6 Ha kan, kalau di sana 10,9 Ha. HAHAHAHA!!
- S: ...
2012 loh
Halo semua! Lama tak bersua, my last post were all photos. Jadi sekarang saya mau ngepost text. Terlalu telat ya buat cerita taun baru? Well, taun baruan aku…….

Satu-satunya foto pas tahun baru cuma pas nyuci piring. Ra mutu tenan sumpah. Tapi nggak lho, pas tahun baru saya nggak cuma nyuci piring tentunya. 2012 disambut dengan bakar-bakaran dirumah. Ini tahun baruan pertamaku di Jogja, sebelum-sebelumnya pasti di Bontang, 2 tahun lalu juga sempet di Jakarta.
Lanjut. Dirumah udah nyiapin sate ayam, ikan, jagung, sosis, dll. dari pagi untuk dimasak pas malemnya. Mas juga ngajakin temen-temennya buat join bakar-bakaran dirumah. Pas malem, baru sadar kalo ternyata kita ga punya minyak tanah jadi ga bisa nyalain arang. Jadinya mbakar koran. Terus arangnya nggak membara gitu. Lama banget taunya udah hampir jam setengah 12.
Akhirnya mbakar sate.

Sate asin. Berhubung keluarga saya bukan pecinta manis :> jadi sate ini dimasak tanpa kecap-kecap an dll. Enak lho. Terus dilanjutkan dgn masak ikan. Btw, malem itu aku juga masak nasi. Tapi ternyata nasinya gagal karena kurang air, padahal aku ga ngerasa itu kurang. Jadinya nasinya keras gitu, ah emang gak bakat.

Terus yang cewe-cewe selain bantu bakar juga pada bikinin sirup gitu. Kalo aku termasuk yang paling nganggur di antara semuanya, soalnya aku sok-sok an jadi yang moto aja gitu. Jadinya ga disuruh ngapa-ngapain. Paling mentok disuruh mencairkan mentega xixixixi



Sesi bebakaran malem itu menghasilkan rumah yang full asap kayak kobongan. Juga ditemenin sama lagu-lagu yang disetel keras pake speaker sama Mas. Dan sesekali saya mencuri-curi waktu untuk ngadem di kamar nyalain AC, sedangkan yang lain di luar rumah berjuang berkeringat demi menghasilkan makanan untuk kepentingan bersama #confession #ego. Trosss…
Belum selesai bakar membakar tiba-tiba terdengar ramai suara kembang api. Langsung pada lari ninggalin bakaran dan naik ke balkon buat menikmati indahnya kembang api malem itu. Hehehehe. Selamat tahun baru 2012. Fireworks malem itu bagus, jelas aja, bukan cuma satu atau dua orang yang bakar fireworks, semua orang. Dan di balkon aku tinggal puter-puter badan aja nikmatin semua fireworks dari segala penjuru :) pretty good minutes. Sayang sekali aku gak siap dengan kamera, jadi aku ga bisa mendapatkan satupun foto fireworks yang bagus.


Nah ini dia ikan bakarnya. Jagung sama sosis nggak sempet dibakar malem itu. Tapi ada sajian penutup, Durian! Kecil-kecil sih tapi lumayan #padahalcumamakan2biji

Jam setengah 2 aku masuk kamar dan tidur. Ga seperti tahun sebelumnya, aku kuat bangun sampe subuh dan pas pulang udah berasa cewek apaan. Hahaha. Welcome 2012, semoga segala sesuatunya membaik. Semoga doa ini juga diiringi dengan usaha. Amiin.
(Source: sonhosqueforamesquecidos, via whatthehelll)
Di hari yang panas dan pengen minum es yang seger-seger kayak es teler, es campur, es kelapa, atau es dawet..
- *mampir ke rumah makan pinggir jalan*
- A: Mas ada es es an gak?
- M: Ada kok
- A: Oh ada apa aja mas?
- M: Ada...mm..es teh
- A: ...
HUT Teladan 54
Here are some photos of my school anniversary celebration. Aslinya ada banyak sekali foto berhubung saya yang mendokumentasikan—jadi sie dokumentasi again and again—tapi gak kuat buat ngupload semua ke internet. Anw, ini cuma foto pas hari H, sebenarnya ada perayaan-perayaan sebelum hari H seperti lomba hias kelas, liga teladan, dll. Tapi, mungkin nguploadnya nggak sekarang ya :P

Ini upacara bendera, pasukan berseragam putih itu adalah catotel 14 (Calon Tonti Teladan 2014)

Pelepasan balon adalah kegiatan rutin di HUT tiap tahunnya; tahun ini pake ada insiden balon nyangkut di pohon

Pelepasan fun bike sekaligus bakti sosial

Lomba Mas Wawan (Masak Ikhwan Ikhwan = Masak buat laki-laki) dengan bahan dasar tempe. Lumayan seru, dihiasi dengan anak-anak cewek yang gemes pengen bantuin :P

Ini lomba lukis kain (lomba Malin) yang diadakan berbarengan dengan lomba Mas Wawan

Ini adalah hasil olahan tempe dari anak cowok kelasku (XIA5) yaitu Kroket Tempe. Ba dum tss! Agak hambar, tapi tetep enak dong

Ini adek-adek kelas bersama lukisan kainnya

Well, this is Ben. An exchange student from Melbourne, Australia. He is here for a month. Dia bisa bahasa Indonesia, katanya udah sempet belajar 5 tahun. We hope you enjoy this city, Ben! :)
Doggies
- Di suatu jalan dan melihat sekumpulan gondes dengan kaos bertuliskan "Doggies blablabla"
- Aku: *merenung* Itu pasti fansnya yang nyanyi anjeng anjeng anjeng kintamani. Snoop Dog. Eh, bukan. Scooby doo. Eh? Bukan ding. Apa ya?
- Setelah merenung bermenit-menit akhirnya inget
- Aku: Halah. Shaggy Dog.














































